Saatnya Genre berotasi pada porosnya

Senin (22/4) hari ini saya sebagai calon duta genre provinsi bengkulu memiliki tugas untuk membuat sosial projek dalam rangka penyebaran virus – virus genre, maka untuk memenuhi tugas tersebut saya mengambil sosial projek game Roda Edukasi Genre atau disingkat REGenRe dan mengambil tema “Saatnya genre berotasi pada porosnya”. Mungkin dari teman – teman sekalian bertanya kok judulnya berotasi pada porosnya padahal kan itu berputar diam ditempat, berarti tidak ada kemjuan dong..? jadi gini teman – teman, bumi kita dari dulu sampai sekarang selalu berputar pada porosnya kan? Nah akhirnya terjadilah siang dan malam,, saya ingin bertnya juga sama teman – teman apakah bumi kita sekarang memiliki kemajuan meski selalu berputar pada porosnya? Iya kan…
Kegiatan tersebut berlangsung pada senin sore pukul 16.00 sampai selesai dengan moderator Andika saputra , dewan juri Rina dan Andes, Dan dokumenter Ahmad mustain, serta 13 mahasiswa Bimbingan dan konseling islam IAIN Bengkulu yang dibagi menjadi 5 kelompok. Game tersebut dilaksanakan dengan cara setiap kelompok memutar roda REGenRe dengan roda tersebut dituliskan tentang substansi KKBPK ( kependudukan keluarga berencan dan pemberdayaan keluarga ) yaitu PUP, Kampung KB, alat kontrasepsi, 8 fungsi keluarga, dan kespro. Setelah mereka memutar roda tersebut dan berhenti disalah satu substansi kkbpk tersebut maka mereka akan mencari dan mecocokan dengan sub-isi nya masing- masing disetiap post yang telah kami sediakan.

Tujuan dari game ini adalah untuk memberikan remaja pengetahuan tentang genre dan BKKBN melalui hal yang sangat ,menyenangkan sehingga dalam waktu hitungan menit saja mereka lagsung mendapatakan pengetahuan tentang generasi berencana.

Berikut kesan dari Ketua umum PIK-KRR gema insani IAIN Bnegkulu yaitu Uni Yeni dan salah satu anggotanya. “ kegiatan game ini sangat bagus dan kalau bisa dijalankan terus kedepannya. Materi yang disampaikan semunya mengenai remaja genre dan itu sangat menarik sekali untuk mejadi kegiatan kita sebgai anggota pik-r terhadapa remaja – remaja yang ada dilaur sana untuk bisa menyebarkan virus – virus positif genre.” tuturnya

Journalist

Andika saputra

Mekanisme berdirinya PIK-KRR

1. Pengertian
Pik-krr atau pusat informasi konseling kesehatn reproduksi remaja adalah suatu wadah kegiatan proram dari GenRe dalam rangka oenyiapan berkeluarga bagi remaja, yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja guna memberkan pelayanan konseling tentang PUP ( pendewasan usia perkawinan ), 8 fungsi keluarga, Triad KRR, keteramian advokasi KIE, KESPRO, life skill dan kegiatan lainnya.

2. Tujuan
Guna meningkatkan pegetahuan dan membina sikap dan prilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi, serta menghinari bahaya triad krr, dan untuk mempersiapkan kehidupan berkelurag remaja ynag produktivitas dan berkualitas.

3. Ruang lingkup
Meliputi kegiatan pemeberian informasi KRR, kecakpan keteramapialan hidup ( life skills ) , pelayanan konseling, rujukan, pengembangan jaringan dan dukungan, serta kegiatan – kegiatan liannya yang mendukung sesuai dengan minat dan ciri remaja.

4. Tahapan pik- krr
a. Tahap tumbuh
Pada tahap ini peneglola atau pendidik sebaya harus menguasai materi sbb :
• 8 fungsi keluarga
• PUP
• Triad KRR
• Keterampilan hidup atau life skills
Kegiatan yang dilakukan dalam tahapa tumbuh adalah
– didalam lingkunan pik
– bentuk aktivitas berbentuuk KIE
– menggunakan Media cetak ( majalah, mading, leaflet, poster, dll)
– melakukan encatatan dan laporan rutin
Saran , prasaran, dan SDM ynag mendukung dalam tahap ini adalha,
– Ruang sekretariat
– Memiliki papa nama dengan ukuran 60×90 cm
– Struktur pengurus minmal terdiri dari pembina, ketua, sektrais, bendahara, seksi – seksi, dan minimal 2 orang pendidik sebaya yang telah dialtih substansi progaram GenRe.

Pik-krr tumbuh harus bekeraja sama dengan stake holders yang ada misalnya,
– Kepala sekolah, dekan, direktur Perguran tinggi, untuk pik jalur sekolah dan kampus
– Kepala desa, ketua rt, ketua rw, untuk pik jalur masyrakat
– Tokoh agama, untuk jalur keagmaan
– Puskesmas sebagi rujukan medis
– Selain dari bekerja sama dengan stake holders yang ada dilingkungannya, pik – krr tahap tumbuh harus bekerja sama dengan mitra kerja speti organisasi kepemudaan, organisasai kemahasiswaan, osisi, bem, seta orgnisasai kemasayarakatan.)
b. Tahap tegak

Seorang pedndik sebaya atau konselor sebaya harus menguasi materi sbgai berikut:
– 8 fungsi keluarga
– Triad KRR
– PUP
– Life skilss
– Ketreampilan advokasi dan KIE
Kegiatan yang dilakukan sbb ;
– Penyuluha atau pemberian informasi KRR dilkukan dalan dan diluar PIK itu sedniri, misalnya di radio, televisi, peyuluhan di masyarakat dan pendidikan, konseling, penyelagaraan workshop atau seminar, roadshow kesekolah – sekolah, pentas seni dll.
– Mengunnakan media cetak dalam penyampaian informasi genre, melalui mading misalnya, poster, leaflet, radio, website, medsos, dan telvisi.
– Melakukan pencatatan dan pelaporan rutin
– Melkuka kegiatn yang menarik minar remaja seperti jambore remaja, outbond, bedah buku, bedah film, lomba- lomba, kegiatan mlam seni dan hiburan remaja, bercocok tanam, penanaman pohon, buka puasa bersama , dll.

Sarana, prasarana, dan sumber daya manusia yang mendukung pik tahap ini adalha;
– Ruang sekre dan ruang konseling
– Memiliki papan nama minimal ukuran 60×90 cm
– Struktur oeganisasi mnimal terdiri dari pembina, ketua, skertaris, bendahara, seksi program kegiatan, dan mninimal 4 orang pendidik sebaya yang telah dilatih dan berorientasi tentang substansi genre.( 8 fungsi keluarga, PUP, triad krr, life skills, keterampilan advokasi,dan kie)
– dan 2 orang konselor sebaaya yang teah dilatih tentang maerti pengtahuan dasar konseling
– lokasi di komunitas remaja/mahasiswa yang mudah diaskes dan disukai oleh remaja.

Pik-krr tahap tegak harus bekerja sama denga stake holders sbb ;
– Kepala sekolah, dekan, direktur Perguran tinggi, untuk pik jalur sekolah dan kampus
– Kepala desa, ketua rt, ketua rw, untuk pik jalur masyrakat
– Tokoh agama, untuk jalur keagmaan
– Puskesmas sebagi rujukan medis
– bekerja sama dengan mitra kerja speti organisasi kepemudaan, organisasai kemahasiswaan, osisi, bem, seta orgnisasai kemasayarakatan.)

Program pik-krr tahap tegak dalam pelaksannaaannya mendapat binaan dan fasilitas dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kepala sekolah, rektor/dekan, tokoh agama/masyarakat, puskesmas, dll.
c. Tahap tegar
Seorang pedndik sebaya atau konselor sebaya harus menguasi materi sbgai berikut:
– 8 fungsi keluarga
– Triad KRR
– PUP
– Life skilss
– Ketreampilan advokasi dan KIE
– Pengembngan materi sesuai kebutuhan pik krr contohnya GENDER.
Kegiatan yang dilakukan sbb ;
– Penyuluha atau pemberian informasi KRR dilkukan dalan dan diluar PIK itu sedniri, misalnya di radio, televisi, peyuluhan di masyarakat dan pendidikan, konseling, penyelagaraan workshop atau seminar, roadshow kesekolah – sekolah, pentas seni dll.
– Mengunnakan media cetak dalam penyampaian informasi genre, melalui mading misalnya, poster, leaflet, radio, website, medsos, dan telvisi.
– Melakukan pencatatan dan pelaporan rutin
– Melkuka kegiatn yang menarik minar remaja seperti jambore remaja, outbond, bedah buku, bedah film, lomba- lomba, kegiatan mlam seni dan hiburan remaja, bercocok tanam, penanaman pohon, buka puasa bersama , dll.
– Terlibat dalam kegiatan sosial misalnya pelaynan kesehatan, kebersihan lingkungan, PHBS, dan kampanye PHBK ( perilaku hidup berwawsan kependudukan ),dll.

Sarana, prasarana, dan sumber daya manusia yang mendukung pik tahap ini adalha;
– Ruang sekre, ruang konseling, dan ruang pertemuan.
– Memiliki papan nama minimal ukuran 60×90 cm
– Struktur oeganisasi mnimal terdiri dari pembina, ketua, skertaris, bendahara, seksi program kegiatan, dan mninimal 4 orang pendidik sebaya yang telah dilatih dan berorientasi tentang substansi genre.( 8 fungsi keluarga, PUP, triad krr, life skills, keterampilan advokasi, kie, pengembangan materi sesuai kebutuhan pik krr seperti gender dll.)
– dan 4 orang konselor sebaaya yang teah dilatih tentang maerti pengtahuan dasar konseling
– lokasi di komunitas remaja/mahasiswa yang mudah diaskes dan disukai oleh remaja.
– Memiliki hotline/SMS konseling
– Memiliki perspustakaan
– Memiliki sarana dan prasarana akses internet untuk menagkses website , faceboo, twiter, dsb.

Pik-krr tahap tegak harus bekerja sama denga stake holders sbb ;
– Kepala sekolah, dekan, direktur Perguran tinggi, untuk pik jalur sekolah dan kampus
– Kepala desa, ketua rt, ketua rw, untuk pik jalur masyrakat
– Tokoh agama, untuk jalur keagmaan
– Puskesmas sebagi rujukan medis
– bekerja sama dengan mitra kerja speti organisasi kepemudaan, organisasai kemahasiswaan, osisi, bem, seta orgnisasai kemasayarakatan.)
– sudah memiliki pik krr binaan(tumbuh/tegak)
– kegiatan telah terintegarasi dengan kelompok BKR.

5. Langkah – langkah pemebentukan pik – krr
– Sarasehan anggota kelompok remaja dalam pembentukan PIK KRR dan pengurus PIK KRR.
– Konsultasi dan koordinasi untuk memperoleh dukungan dan persetujuan dengan pimpinan setempat ( desa, sekolah, perguruan tinggi, pomsok pesmtren, tempat kerja, dll.)
– Menyusun program kegiatan
– Launchig atau peremian pik krr
6. Pengelolaan PIK –KRR
– Merekrut calon pengelola, pmdidik sebaya, dan konselor sebaya dengan kriteria sbb ;
* remaja yng aktif dilingkungan komunitasnya
* remaja yang memiliki komitment dan keoedulian yang tinggi terhadaoa persamlahan remaja
* remaja yang memiliki minat menyabarluaskan informasi program Genre
*memiliki keperibadian yang teladan , santun, tidak egois, tiak sombong, lancar komunikasi, luwes dan mudah bergaul, berinisiatif dan reatif, tidak mudah tersinggung, ramah, terbuka terhapa hal – hal yang baru, mau blaar dan menolong, serta berkontibusi secara penuh dan berdedikasi.
*tidk pernah terlibat kriminalitas, bukan pengedar narkoba atau pemakai, seht jasmani dan rohani.
– melaknsanak workshop proram Genre dalam rangka oenyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja untuk pembina pik krr. Bisa dilaksanakan pada tinkgat pusat, provinsi, dan kota.
– membuat dan menindaklanjuti MoU dengan pembina pik untuk pengelolan dan pengambangan pik.
– memyelaengarakan pelatihan tentang subsnatsin pik r abagi mitra kerja atau stake holder yang ada
-menyelengarakan pelatihan bagi pengelola, pembina, pendiik sebaya, konselor sebaya seuai denga kurikulum dari bkkbN.

Survey pada kampus IAIN dan UMB

Sabtu (6/4), dalam rangka pemilihan duta GenRe provinsi bengkulu tahun 2019 maka para calon duta dituntut untuk melakukan pembuatan proyek innovatif agar mampu melakukan suatu persaingan di era indutri 4.0 ini.

Maka dalam rangka itu saya selaku calon duta mengembangkan blog sebagai proyek innovatif saya. Kenapa blog …? karena seperti yang kita ketahui bersama saat ini siapa yang tidak kenal dengan internet, sosmed, dan hal – hal yang berbau digital lainnya. Oleh karena itu melihat kondisi pemuda dan remaja di zaman sekarang yang menjadikan smartphone dan internet sebagai kebutuhan pokok mereka, maka saya masuk melalui teknologi inilah untuk dapat mensosialisaikan genre dan bahaya Triad KRR pada para generasi bangsa.

Untuk merealisalikan proyek ini, saya dibantu dengan teman saya melakukan riset atau survey kepada para remaja terkait genre serta internet. dengan melakukan kegiatan tersebut diharapkan proyek yang akan dikembangkan dapat terealisi dengan baik merujuk kepada pendapat para generasi mileneal tersebut. Metode survey yang saya lakukan tidaklah rumit dan tidak membutuhkan banyak biaya, hanya menggunakan angket sebagai sumber untuk mendapatkan pendapat dan gambaran dari mahasiswa. Dalam survey ini saya memilih mahasiswa UMB (Universitas Muhammadiyah Bengkulu) dan IAIN (Institut Agama Islam Negeri) Bengkulu untuk mengisi borang angket tersebut.

Survey ini dilakukan dalam dua hari berturut – turut untuk mengunjungi kedua kampus tersebut. Pada hari senin tanggal 1 april saya melakukan riset di kampus IAIN bengkulu dan pada hari selasa tanggal 2 april saya melakukannya di UMB.
Dari hasil yang saya dapati, angka IP ( Indeks Penelitian ) yang saya gabungkan dengan dua kampus tersbut adalah mencapai 3 keatas yang dalam hal ini “cukup layak” untuk dikembangkan.

Andika saputra

Pik – R gema insani

Sukses

Remaja sukses adalah ia yang mampu membawa dirinya keruang lingkup minat dan orientasi yg ia bangun dalam dirinya.

Terkadang remaja atau mahasiswa suka pesimis lantaran nilai mereka dan rangking mereka tidak sesuai dengan harapan. Ipk 2.7 dapat nilai C dan tidak bisa cumlaude. Sekrang saya ingin tanya apa setelah itu kalian akan gagal total atau medapat predikat semacam itu adalah kesuksesan kalian? …

Ingat Bill gates , larry page, mark zuckerberg, atau thomas alfa edison..? Apa mereka cumlaude…? Bahkan kuliahnya saja drop out.

Atau masih ingat danang A wibowo yang merupakan mahasiswa dengan orientasi sukses adalah mainset nya…?

Danang A wibowo menulis mimpi – mimpinya nya dilembar kertas lalu satu persatu mimpi itu ia wujudkan. Dan ketika ia mendapatkan kesuksesn tersebut orang bertanya pasti dia adalah mahasiswa pandai atau mahasiswa kaya. Lalu ia jawab TIDAK , bahkan ipk pernah 2.7 kebawah dan nilai sering kali dapat C bahkan pernah ada yg mengulang. Kaya juga tidak, karena saya pernah menjadi tukang sapu selama kuliah.

Nah sekarang apa hubungannya dengan GenRe…?

Tentunya hubungannya adalah mereka tokoh tokoh sukses luar biasa membuat dirinya sehat reproduktif , jasmani dan mental. Tidak mengonsumsi narkoba, tidak menikah dini tanpa orientasi ilmu yg dapat menimbulkan tidak mampu berkarir dan dan tidak menjerumuskan diri pada perbuatan yg tidak terpuji sperti free sex yg dapat menimbulkan kecanduan serta lemahnya semangat dikarenakan dampak yang cukup berbahaya.

Remaja yg selalu menjadikan dirinya sehat jasmani, rohani, fisik dan mental akan melahirkan para petangguh – petangguh kreatif di era mileneal sekarang.

Jadilah remaja dan pemuda Sebagai AGEN PERUBAHAN BANGSA, mari kita gunakan diri kita untuk kepentingan bangsa dan maysrakat banyak. Karena sukses adalah mereka yang mampu memposisikan diri mereka ditengah masyarakat.

Tinggalkan TRIAD KRR yang hanya akan membuat teman – teman semua memiliki MADESU ( masa depan suram )

Salam GenRE 👌

Andika saputra

Divisi Motivasi dan religius PIK-M Gema insani IAIN BENGKULU

APA ITU GENRE ???

GENRE singkatan dari generasi berencana yang merupakan program BKKBN ( Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ) dalam merespon permasalahan – permasalahan yang dihadapi oleh remaja dan mahasiswa. Program genre tersebut dilaksanakan melalui pendekatan langsung kepada remaja melalui PIK-R/M ( Pusat informasi dan Konseling – Remaja/Mahasiswa ) dan melalui program BKR ( Bina keluarga Remaja ) yang mana pendekatannya melalui orang tua yang memiliki remaja.

Program genre adalah progran yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan suatu remaja ketika nanti telah berkeluarga melaui pendewasaan dan pemahaman tentang usia perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pedidikan mereka dengan terencana , berkarir dalam dalam pekerjaan secara terencana, dan menikah dengan penuh perencanaan agar memiliki usia yang matang dalam pernikahan dan kestabilitasan kesehatan reproduksi.
Sebab – sebab muculnya genre adalah dikarenakan permsalahan yang terjadi pada remaja yaitu TRIAD KRR. Dengan program genre, diharapkan mampu mengatasi permasalahn yang menimpa remaja tersebut yaitu menghindarkan mereka dari TRIAD KRR. Apa itu TRIAD KRR ? TRIA KRR adalah tiga resiko yang dihadapi oleh remaja, yaitu SEKSUALITAS, HIV/AIDS dan NAPZA.