
1. Pengertian
Pik-krr atau pusat informasi konseling kesehatn reproduksi remaja adalah suatu wadah kegiatan proram dari GenRe dalam rangka oenyiapan berkeluarga bagi remaja, yang dikelola dari, oleh, dan untuk remaja guna memberkan pelayanan konseling tentang PUP ( pendewasan usia perkawinan ), 8 fungsi keluarga, Triad KRR, keteramian advokasi KIE, KESPRO, life skill dan kegiatan lainnya.
2. Tujuan
Guna meningkatkan pegetahuan dan membina sikap dan prilaku positif remaja tentang kesehatan reproduksi, serta menghinari bahaya triad krr, dan untuk mempersiapkan kehidupan berkelurag remaja ynag produktivitas dan berkualitas.
3. Ruang lingkup
Meliputi kegiatan pemeberian informasi KRR, kecakpan keteramapialan hidup ( life skills ) , pelayanan konseling, rujukan, pengembangan jaringan dan dukungan, serta kegiatan – kegiatan liannya yang mendukung sesuai dengan minat dan ciri remaja.
4. Tahapan pik- krr
a. Tahap tumbuh
Pada tahap ini peneglola atau pendidik sebaya harus menguasai materi sbb :
• 8 fungsi keluarga
• PUP
• Triad KRR
• Keterampilan hidup atau life skills
Kegiatan yang dilakukan dalam tahapa tumbuh adalah
– didalam lingkunan pik
– bentuk aktivitas berbentuuk KIE
– menggunakan Media cetak ( majalah, mading, leaflet, poster, dll)
– melakukan encatatan dan laporan rutin
Saran , prasaran, dan SDM ynag mendukung dalam tahap ini adalha,
– Ruang sekretariat
– Memiliki papa nama dengan ukuran 60×90 cm
– Struktur pengurus minmal terdiri dari pembina, ketua, sektrais, bendahara, seksi – seksi, dan minimal 2 orang pendidik sebaya yang telah dialtih substansi progaram GenRe.
Pik-krr tumbuh harus bekeraja sama dengan stake holders yang ada misalnya,
– Kepala sekolah, dekan, direktur Perguran tinggi, untuk pik jalur sekolah dan kampus
– Kepala desa, ketua rt, ketua rw, untuk pik jalur masyrakat
– Tokoh agama, untuk jalur keagmaan
– Puskesmas sebagi rujukan medis
– Selain dari bekerja sama dengan stake holders yang ada dilingkungannya, pik – krr tahap tumbuh harus bekerja sama dengan mitra kerja speti organisasi kepemudaan, organisasai kemahasiswaan, osisi, bem, seta orgnisasai kemasayarakatan.)
b. Tahap tegak
Seorang pedndik sebaya atau konselor sebaya harus menguasi materi sbgai berikut:
– 8 fungsi keluarga
– Triad KRR
– PUP
– Life skilss
– Ketreampilan advokasi dan KIE
Kegiatan yang dilakukan sbb ;
– Penyuluha atau pemberian informasi KRR dilkukan dalan dan diluar PIK itu sedniri, misalnya di radio, televisi, peyuluhan di masyarakat dan pendidikan, konseling, penyelagaraan workshop atau seminar, roadshow kesekolah – sekolah, pentas seni dll.
– Mengunnakan media cetak dalam penyampaian informasi genre, melalui mading misalnya, poster, leaflet, radio, website, medsos, dan telvisi.
– Melakukan pencatatan dan pelaporan rutin
– Melkuka kegiatn yang menarik minar remaja seperti jambore remaja, outbond, bedah buku, bedah film, lomba- lomba, kegiatan mlam seni dan hiburan remaja, bercocok tanam, penanaman pohon, buka puasa bersama , dll.
Sarana, prasarana, dan sumber daya manusia yang mendukung pik tahap ini adalha;
– Ruang sekre dan ruang konseling
– Memiliki papan nama minimal ukuran 60×90 cm
– Struktur oeganisasi mnimal terdiri dari pembina, ketua, skertaris, bendahara, seksi program kegiatan, dan mninimal 4 orang pendidik sebaya yang telah dilatih dan berorientasi tentang substansi genre.( 8 fungsi keluarga, PUP, triad krr, life skills, keterampilan advokasi,dan kie)
– dan 2 orang konselor sebaaya yang teah dilatih tentang maerti pengtahuan dasar konseling
– lokasi di komunitas remaja/mahasiswa yang mudah diaskes dan disukai oleh remaja.
Pik-krr tahap tegak harus bekerja sama denga stake holders sbb ;
– Kepala sekolah, dekan, direktur Perguran tinggi, untuk pik jalur sekolah dan kampus
– Kepala desa, ketua rt, ketua rw, untuk pik jalur masyrakat
– Tokoh agama, untuk jalur keagmaan
– Puskesmas sebagi rujukan medis
– bekerja sama dengan mitra kerja speti organisasi kepemudaan, organisasai kemahasiswaan, osisi, bem, seta orgnisasai kemasayarakatan.)
Program pik-krr tahap tegak dalam pelaksannaaannya mendapat binaan dan fasilitas dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kepala sekolah, rektor/dekan, tokoh agama/masyarakat, puskesmas, dll.
c. Tahap tegar
Seorang pedndik sebaya atau konselor sebaya harus menguasi materi sbgai berikut:
– 8 fungsi keluarga
– Triad KRR
– PUP
– Life skilss
– Ketreampilan advokasi dan KIE
– Pengembngan materi sesuai kebutuhan pik krr contohnya GENDER.
Kegiatan yang dilakukan sbb ;
– Penyuluha atau pemberian informasi KRR dilkukan dalan dan diluar PIK itu sedniri, misalnya di radio, televisi, peyuluhan di masyarakat dan pendidikan, konseling, penyelagaraan workshop atau seminar, roadshow kesekolah – sekolah, pentas seni dll.
– Mengunnakan media cetak dalam penyampaian informasi genre, melalui mading misalnya, poster, leaflet, radio, website, medsos, dan telvisi.
– Melakukan pencatatan dan pelaporan rutin
– Melkuka kegiatn yang menarik minar remaja seperti jambore remaja, outbond, bedah buku, bedah film, lomba- lomba, kegiatan mlam seni dan hiburan remaja, bercocok tanam, penanaman pohon, buka puasa bersama , dll.
– Terlibat dalam kegiatan sosial misalnya pelaynan kesehatan, kebersihan lingkungan, PHBS, dan kampanye PHBK ( perilaku hidup berwawsan kependudukan ),dll.
Sarana, prasarana, dan sumber daya manusia yang mendukung pik tahap ini adalha;
– Ruang sekre, ruang konseling, dan ruang pertemuan.
– Memiliki papan nama minimal ukuran 60×90 cm
– Struktur oeganisasi mnimal terdiri dari pembina, ketua, skertaris, bendahara, seksi program kegiatan, dan mninimal 4 orang pendidik sebaya yang telah dilatih dan berorientasi tentang substansi genre.( 8 fungsi keluarga, PUP, triad krr, life skills, keterampilan advokasi, kie, pengembangan materi sesuai kebutuhan pik krr seperti gender dll.)
– dan 4 orang konselor sebaaya yang teah dilatih tentang maerti pengtahuan dasar konseling
– lokasi di komunitas remaja/mahasiswa yang mudah diaskes dan disukai oleh remaja.
– Memiliki hotline/SMS konseling
– Memiliki perspustakaan
– Memiliki sarana dan prasarana akses internet untuk menagkses website , faceboo, twiter, dsb.
Pik-krr tahap tegak harus bekerja sama denga stake holders sbb ;
– Kepala sekolah, dekan, direktur Perguran tinggi, untuk pik jalur sekolah dan kampus
– Kepala desa, ketua rt, ketua rw, untuk pik jalur masyrakat
– Tokoh agama, untuk jalur keagmaan
– Puskesmas sebagi rujukan medis
– bekerja sama dengan mitra kerja speti organisasi kepemudaan, organisasai kemahasiswaan, osisi, bem, seta orgnisasai kemasayarakatan.)
– sudah memiliki pik krr binaan(tumbuh/tegak)
– kegiatan telah terintegarasi dengan kelompok BKR.
5. Langkah – langkah pemebentukan pik – krr
– Sarasehan anggota kelompok remaja dalam pembentukan PIK KRR dan pengurus PIK KRR.
– Konsultasi dan koordinasi untuk memperoleh dukungan dan persetujuan dengan pimpinan setempat ( desa, sekolah, perguruan tinggi, pomsok pesmtren, tempat kerja, dll.)
– Menyusun program kegiatan
– Launchig atau peremian pik krr
6. Pengelolaan PIK –KRR
– Merekrut calon pengelola, pmdidik sebaya, dan konselor sebaya dengan kriteria sbb ;
* remaja yng aktif dilingkungan komunitasnya
* remaja yang memiliki komitment dan keoedulian yang tinggi terhadaoa persamlahan remaja
* remaja yang memiliki minat menyabarluaskan informasi program Genre
*memiliki keperibadian yang teladan , santun, tidak egois, tiak sombong, lancar komunikasi, luwes dan mudah bergaul, berinisiatif dan reatif, tidak mudah tersinggung, ramah, terbuka terhapa hal – hal yang baru, mau blaar dan menolong, serta berkontibusi secara penuh dan berdedikasi.
*tidk pernah terlibat kriminalitas, bukan pengedar narkoba atau pemakai, seht jasmani dan rohani.
– melaknsanak workshop proram Genre dalam rangka oenyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja untuk pembina pik krr. Bisa dilaksanakan pada tinkgat pusat, provinsi, dan kota.
– membuat dan menindaklanjuti MoU dengan pembina pik untuk pengelolan dan pengambangan pik.
– memyelaengarakan pelatihan tentang subsnatsin pik r abagi mitra kerja atau stake holder yang ada
-menyelengarakan pelatihan bagi pengelola, pembina, pendiik sebaya, konselor sebaya seuai denga kurikulum dari bkkbN.